Arlin Oktaviani

Arlin Oktaviani.4 October 1992. Simple. music. Love. Journey. Love Indonesia. Coffee..

Home
ask me something
TWITTER
FACEBOOK
BLOG
Whulandary Herman

 

Hidup dan Pilihan

Monolog penutup dari agen John Myers di film Hellboy berbunyi, “What makes a man a man? Is it his origins, the way he comes to life? I don’t think so. It’s the choices he makes. Not how he starts thing but how he decides to end them.”
Albus Dumbledore di film Harry Potter: The Chamber of Secrets berkata pada Harry Potter, “It’s not our abilities that show what we truly are, Harry. It’s our choices.”
The Oracle dalam The Matrix: Revolution berkata kepada Neo, “Choice. The gift we are forever unwrapping. And you know better than most that certain choices can forever change our lives. Sometimes, those changes are visible. Sometimes, they’re not.”

Karena saya sama sekali tidak memandang ini sebagai suatu hal yang perlu direngkuh atau dianggap sebagai jati diri. Saya percaya, terlepas dari asalnya apakah dijalin dalam rantai DNA saya, dituangkan dalam hormon2 prenatal semasa saya masih dalam kandungan, diukir dalam struktur otak saya, atau entah apa, saya percaya bahwa ini hanyalah cobaan dari Yang Maha Kuasa. Cobaan yang perlu diterima bukan untuk membenarkan perilaku saya dalam melampiaskannya, tapi sebagai cara-Nya untuk menunjukkan pada diri saya bahwa saya sebenarnya punya kemampuan untuk menanggung dan mengatasinya. Saya percaya, bahwa Tuhan tidak menghukum hamba-Nya karena cobaan yang diberikan-Nya kepada mereka, tapi karena pilihan yang dibuatnya atas cobaan itu. After all, kita punya anugrah yaitu kebebasan memilih. Tuhan memberikan hak kita dengan menyediakan pilihan2. Sekarang tugas kita adalah memilih yang benar. Singkatnya, kita dihakimi berdasarkan pilihan yang kita buat, bukan kondisi kita.

Ini sama sekali bukan penyangkalan diri. Saya menerima . Namun demikian, ini hanyalah 1 serpihan dari diri saya, tidak layak digunakan untuk memvonis keseluruhan jati diri saya. Bukankah melanggar larangan Tuhan juga merupakan penyangkalan terhadap jati diri sebagai hamba Tuhan?

Sejauh ini saya berusaha untuk mengekang dan mengubahnya. Kadang2 saya gagal sehingga merasa malu pada diri sendiri. Namun meskipun saya belum mampu mengubahnya, saya masih memiliki sesuatu yang masih bisa saya kendalikan, yaitu kemerdekaan untuk memilih. saya bisa memilih untuk tidak menyukainya, untuk mengekang dan melawannya, dan menjadikannya sebagai ladang perjuangan saya, untuk membuktikan kepada-Nya bahwa saya layak menjadi hambaNya. Saya percaya bahwa saya bukan munafik, karena munafik berarti tidak mengimani-Nya meski di depan orang lain saya bersikap sebagai orang beriman. Saya hanya ingin agar lebih konsen dalam berjuang, karena lingkungan saya belum tentu memahami perjuangan yang saya pilih, bahkan membebani mereka. Saudara anda tidak diberi cobaan ini karena Tuhan tahu mereka tidak akan mampu mengatasinya sebagaimana anda, maka Ia menyiapkan cobaan lainnya. Rumput tetangga selalu nampak lebih hijau..

Posted : 6 days ago

 

BIAR

Hidup pun harus berjalan terus..
Biar masa lalu Ku simpan dalam dalam.
Hingga tak banyak yang melihat dan cukup dia yang tau. Dia tau saja sudah cukup, sungguh sudah cukup.
Biar ku Ikhlaskan Tanpa syarat.
Biar mereka dan dia lanjutkan hidup.

Posted : 1 week ago

 

layangan

sepak bola, petak umpet, tap, layangan, gobak sodor, engklek, monopoli, bp bp an, kelereng, petasan, yang semua mungkin langka dijaman 2014 ini, ketika kebanyakan anak justru lebih asyik menekuni smartphone nya.
rindu sekali rasanya di sore 2001 itu, dua belas tahun yang lalu kita berlima anak anak kampung dari jawa bagian barat, musim kelereng sudah berlalu dan langit kampung dipenuhi dengan kertas terbang yang diikat dengan senar.

eh lu! sini lu pantekin , si “eh” lari lari semangat, tarik! tarik! tarik! layangan pun terbang bebas di langit kampung siap bertempur diudara.. tiba.tiba.! TUS! Tus! tus! putusss……. seperti biasa kita anak kampung hanya memakai senar gelasan sisa yang disambung berwarna warni  dan layangan pun melemas  putuss „ si “eh” mengejar layangan yang terbang lemas diudara dan entah mendarat dimana. aku pun ikut berlari mengejarnya… si “eh” sepertinya kembali dengan tak tau apa, aku pun berlari terlalu jauh ke pulau jawa bagian tengah yang istimewa.

ketika aku sudah menjadi bagian dari yang lain, aku kembali ke kampung itu untuk sekedar mampir minum, entah aku yang sudah terbisa dengan yang baru atau memang kampung itu sudah menjadi kota, penuh sesak dengan bangunan kokoh diseluruhnya sampai  pohon pohon tergusur dan tak mendapat tempat untuk tumbuh, layangan pun kiranya tak punya landasan terbang karena tak satupun ku lihat dilangit2 nya yang semakin memutih karena asap polusi. oh malangnya mereka layangan dan teman2 nya “anak manusia” . kampung istimewa dengan manusia manusia hebat bersejarah didalamnya.

Posted : 1 month ago

 

ini baru suara cowok… :3

Posted : 3 months ago

 

lagu ini mengingatkanku pada…….

Posted : 3 months ago

 

Dewasalah!

Jika aku adalah hargamu untuk membayar sebuah kedewasaan maka ambilah.

Pergilah.. agar kau bisa membayar dan tak berhutang lagi..

Agar kau tau caranya bersabar

Agar kau tau caranya berbuat bijak

Agar kau tau caranya berdiri tanpa tiang sangga

Agar kau tau rasanya jatuh dan harus bangun

Agar kau belajar apa itu “Ikhlas”

Kamu harus masuk ke duniaku, atau pergi saja tanpa mendapat pelajaran

Teguklah teh panas itu.. kalau perlu di padang pasir fajar hari

Tunggulah matahari terbit…

Bukalah mata… disana sangat luas

Bukan hanya hal sepele yang bukan saatnya diperdebatkan

Lihatlah sinar itu.. dan rasakan anginya

Karena hidup bukan tentang diri sendiri

Tapi Tuhan, alam dan semua makhluk didalamnya

Dewasalah!

Posted : 6 months ago

 

Posted : 6 months ago